Pertamina Patra Niaga Gelar Operasi Pasar, Salurkan LPG 3 Kg Tambahan di Jember

KILASNETWORK.COM – Pertamina Patra Niaga memastikan kebutuhan energi masyarakat, khususnya LPG bersubsidi 3 kilogram, tetap terpenuhi. Upaya ini dilakukan melalui pemantauan intensif di lapangan guna memastikan ketersediaan stok serta distribusi berjalan sesuai peruntukannya.

Sepanjang April 2026, isu terkait pasokan dan distribusi LPG 3 kg sempat mencuat di kalangan masyarakat Kabupaten Jember dan sekitarnya. Menyikapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung, mulai dari kondisi stok, distribusi, hingga langkah mitigasi lanjutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa stok LPG di wilayah Jember dalam kondisi aman dan mencukupi. “Pengecekan telah dilakukan dan kami pastikan penyaluran berjalan normal dan lancar dari level SPPBE hingga pangkalan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina juga menyalurkan tambahan LPG sepanjang April 2026. Penyaluran ini dilakukan pada momen pasca Idul Fitri, libur panjang perayaan Paskah, serta pada hari-hari tertentu yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selain itu, operasi pasar digelar sebagai upaya lanjutan untuk menormalkan distribusi.

BACA JUGA  1 April 2026, Harga BBM Pertamina Tetap Stabil Tanpa Perubahan

Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Operasi pasar telah berlangsung sejak 20 April 2026 dan hingga kini telah dilaksanakan di lima kecamatan dengan total distribusi mencapai 1.500 tabung. Setiap kecamatan mendapatkan alokasi sekitar 300 tabung, menyesuaikan kebutuhan.

“Kegiatan operasi pasar ini akan terus dilaksanakan sesuai kondisi di lapangan. Rencana awal, kegiatan akan menjangkau 31 kecamatan di Kabupaten Jember hingga 4 Mei 2026,” tambah Ahad.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG bersubsidi sesuai peruntukannya agar program subsidi tepat sasaran dapat berjalan optimal. Masyarakat juga diharapkan membeli LPG di pangkalan resmi guna mendapatkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu, dengan kualitas dan kuantitas yang terjamin.

Selain itu, Pertamina telah menegaskan kepada seluruh agen dan pangkalan untuk disiplin dalam penyaluran LPG hingga ke konsumen akhir. Pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku dapat berujung pada sanksi tegas, mulai dari penghentian alokasi hingga pemutusan hubungan usaha (PHU).

Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan produk, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135 atau mengakses laman resmi informasi distribusi LPG 3 kg. (WSV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News