1.144 Pekerja Informal Banyuwangi Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

KILASNETWORK.COM – Gerakan sosial ASN Banyuwangi Berbagi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu. Kali ini, program yang rutin digelar setiap bulan tersebut diwujudkan melalui pemberian perlindungan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja informal di Kabupaten Banyuwangi.

Penyerahan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada 10 perwakilan penerima saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Blambangan, Senin (17/8/2026).

Para penerima berasal dari berbagai kelompok pekerja informal yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari pekerjaannya, mulai dari nelayan, buruh tani, pedagang kecil, penjual sayur keliling hingga tukang pijat.

Hingga saat ini, program ASN Banyuwangi Berbagi telah mendaftarkan 1.144 pekerja informal sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dari target sebanyak 5.000 peserta. Para penerima merupakan warga yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 3 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko yang dihadapi pekerja. Di antaranya perlindungan atas kecelakaan kerja dan kecacatan akibat kerja, santunan kematian, serta jaminan pengobatan rawat jalan dan rawat inap.

BACA JUGA  Pemerintah Tunjuk Banyuwangi sebagai Model Digitalisasi Bansos Nasional

Salah satu penerima manfaat, Supriyono (62), merupakan nelayan yang setiap hari menghadapi risiko saat bekerja di laut. Ia mengaku merasa lebih tenang setelah memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya biasanya ikut mencari ikan sampai sekitar wilayah Alas Purwo sampai Bali. Ini pertama kalinya saya punya BPJS Ketenagakerjaan, Alhamdulillah kerja jadi lebih tenang,” ujar Supriyono.

Hal senada disampaikan Istiqomah (59), penjual rujak yang menjalankan usaha dari rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama seorang anak. Ia mengaku terbantu karena tidak perlu menanggung sendiri biaya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya sangat senang dapat BPJS Ketenagakerjaan, Alhamdulillah gratis. Kalau harus bayar sendiri terus terang cukup berat,” kata Istiqomah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan gerakan ASN Banyuwangi Berbagi telah berjalan secara konsisten sejak 2024. Program tersebut menjadi wadah bagi para ASN untuk berbagi dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan.

“Ini adalah gerakan rutin yang telah kita lakukan bersama-sama sejak 2024. Kami dorong ASN untuk terus melakukan aksi sosial, berbagi rezeki untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu,” kata Ipuk.

BACA JUGA  Buka Ruang Dialog, Ipuk Ajak Warga Banyuwangi Gesah Bareng Cari Solusi

Menurut Ipuk, bantuan yang disalurkan melalui ASN Banyuwangi Berbagi selama ini tidak hanya berupa perlindungan sosial. Gerakan tersebut juga telah menyalurkan berbagai bantuan lain yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Di antaranya ribuan paket sembako yang dibeli dari warung-warung rakyat, ratusan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, hingga perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Pelaksanaan gerakan sosial tersebut juga tidak hanya melibatkan kalangan ASN. Dukungan turut datang dari berbagai pihak, mulai dari kepolisian, TNI, BUMN, BUMD, pelaku usaha hingga organisasi profesi yang ada di Banyuwangi.

Melalui kolaborasi tersebut, ASN Banyuwangi Berbagi diharapkan terus menjadi gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Banyuwangi. (VNI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News