KILASNETWORK.COM – Aktivitas kegempaan di Jawa Timur dan sekitarnya tergolong tinggi sepanjang Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 576 kejadian gempa bumi selama periode tersebut.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan gempa yang terjadi didominasi oleh gempa dangkal. Dari total 576 kejadian, sebanyak 458 merupakan gempa dangkal, 117 gempa menengah, dan satu gempa dalam.
“Pada Bulan Agustus 2026 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 576 kejadian gempa bumi. Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.77 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.06,” ujar Ricko, Rabu (2/9/2026).
Aktivitas Tertinggi Terjadi 8 Agustus
Berdasarkan catatan BMKG, aktivitas gempa bumi terbanyak selama Agustus terjadi pada 8 Agustus 2026. Pada tanggal tersebut tercatat 29 kejadian gempa.
Sementara itu, aktivitas kegempaan terendah terjadi pada 20 Agustus 2026 dengan 10 kejadian gempa bumi.
Dari sisi kekuatan, gempa terbesar yang tercatat selama periode tersebut memiliki magnitudo 4,77. Sedangkan gempa dengan magnitudo terkecil mencapai M 1,06.
Meski jumlah kejadian mencapai ratusan, sebagian besar gempa tidak dirasakan oleh masyarakat. Kondisi tersebut disebabkan banyak gempa berkekuatan kecil dan terjadi pada kedalaman tertentu.
Dipengaruhi Pertemuan Lempeng Tektonik
Ricko menjelaskan, tingginya aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur tidak terlepas dari kondisi tektonik kawasan tersebut.
Wilayah selatan Pulau Jawa merupakan zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia. Interaksi kedua lempeng tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memicu aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Selain aktivitas lempeng tektonik, keberadaan sejumlah patahan aktif lokal juga berkontribusi terhadap terjadinya gempa bumi.
“Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal,” katanya.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di Jawa Timur dan wilayah sekitarnya. Pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung upaya mitigasi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang ketika terjadi gempa dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi terkait gempa bumi dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. (NDH)




