KILASNETWORK.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mulai memukul sektor pariwisata Banyuwangi, Jawa Timur. Penutupan sementara jalur pendakian ke destinasi unggulan tersebut berimbas langsung pada tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel di area sekitar.
Sejumlah pengelola akomodasi mencatat penurunan okupansi berkisar antara 5 hingga 10 persen sejak akses menuju Kawah Ijen resmi dihentikan demi keselamatan.
Destinasi Utama Ditutup, Hotel Rasakan Dampaknya
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Ainur Rofiq, mengonfirmasi adanya penurunan jumlah wisatawan yang menginap pascainsiden kebakaran tersebut. Kawah Ijen selama ini menjadi magnet utama yang menyedot ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap bulannya.
“Beberapa hotel mengalami penurunan sekitar 5 sampai 10 persen akibat kasus kebakaran ini,” ungkap Rofiq saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).
Wisatawan Alihkan Rute ke Destinasi Alternatif
Meski angka okupansi hotel berfluktuasi, Disbudpar Banyuwangi menilai dampak tersebut tidak sampai melumpuhkan pariwisata daerah secara total. Banyak wisatawan yang sudah terlanjur tiba di Banyuwangi memutuskan untuk mengubah itinerary perjalanan mereka.
“Wisatawan yang sudah menjadwalkan berkunjung ke Banyuwangi dan sudah berada di lokasi akhirnya mengalihkan destinasi,” tambah Rofiq.
Kondisi ini memberi celah positif bagi objek wisata lain untuk dikenal lebih luas. Berbagai alternatif destinasi seperti wisata pantai, kawasan konservasi alam lain, hingga wisata seni dan budaya di Banyuwangi kini menjadi pilihan utama pelancong selama Ijen belum dapat dikunjungi.
TWA Ijen Masih Ditutup, Tunggu Rekomendasi BKSDA
Hingga pertengahan September 2026, TWA Kawah Ijen dipastikan belum beroperasi kembali. Proses pemulihan ekosistem dan pendinginan pascakebakaran masih terus berlangsung di bawah penanganan pihak berwenang.
Keputusan pembukaan kembali jalur pendakian sepenuhnya bergantung pada hasil kajian teknis serta rekomendasi resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.
Pemerintah daerah berharap kawasan Ijen bisa segera dinyatakan aman dan kembali dibuka. Hal ini penting untuk memulihkan denyut perekonomian masyarakat lokal yang bergantung pada aktivitas pariwisata Ijen, mulai dari penambang belerang, pemandu wisata, hingga penyedia jasa transportasi dan troli. (KXA)




