KILASNETWORK.COM – Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka usai bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC pada laga pekan ke-3 Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Kegagalan mengamankan tiga poin di kandang sendiri membuat masalah penyelesaian akhir (finishing) menjadi sorotan utama tim pelatih.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Green Force sebenarnya unggul terlebih dahulu lewat gol Alex Martins pada menit ke-85. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah Hamra Hehanusa mencetak gol balasan untuk Garudayaksa FC pada menit ke-89 memanfaatkan umpan datar dari rekannya.
Persebaya Dominasi Laga, Peluang Emas Terbuang
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas hasil imbang ini. Menurutnya, Bruno Moreira dan kawan-kawan tampil mendominasi dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding tim tamu.
“Kami memiliki lebih banyak peluang secara keseluruhan dalam pertandingan ini. Kami punya banyak tendangan pojok, kami lebih unggul semuanya tapi kami tidak mencetak gol untuk memenangkan pertandingan,” ungkap Tavares usai laga.
Dihantam Badai Cedera dan Pemain Belum Fit
Selain tumpulnya lini serang, juru taktik asal Portugal tersebut mengungkapkan bahwa kondisi skuad yang pincang menjadi faktor krusial dibalik hasil kurang maksimal ini. Absennya playmaker utama Francisco Rivera hingga kiper Ernando Ari sangat mempengaruhi dinamika permainan tim.
Beberapa pemain kunci yang diturunkan pun harus memulai pertandingan dari bangku cadangan karena kondisi fisik yang belum 100 persen pulih.
Daftar Pemain Persebaya yang Bermasalah dengan Kebugaran/Cedera:
1. Francisco Rivera: Absen akibat cedera.
2. Ernando Ari: Absen akibat cedera.
3. Matheus: Absen akibat cedera.
4. Alex Martins: Baru pulih dari cedera (tampil sebagai pengganti).
5. Saddil Ramdani: Kondisi fisik belum ideal akibat minim menit bermain sebelumnya.
Tavares juga mengakui bahwa Garudayaksa FC merupakan lawan yang tangguh karena dihuni oleh materi pemain berkualitas serta berlabel tim nasional.
Evaluasi Menjelang Laga Berikutnya
Menatap jeda kompetisi, Bernardo Tavares mengapresiasi kerja keras dan daya juang anak asuhnya sepanjang laga yang berlangsung intens tersebut. Ia bertekad memanfaatkan waktu yang ada untuk membenahi efektivitas lini depan sebelum laga berikutnya pada 9 Oktober 2026.
“Itu adalah permainan yang intens, saya menghargai sikap para pemain kami. Dan sekarang, kami perlu bekerja keras untuk pertandingan 9 Oktober mendatang untuk mencoba meraih poin penuh,” pungkas Tavares. (PNK)




