Jangkau Lansia Sebatang Kara, Pemkab Banyuwangi Luncurkan Inovasi ‘Teman Lansia’

KILASNETWORK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan program Teman Lansia untuk memastikan warga lanjut usia (lansia), khususnya yang hidup sebatang kara dan berasal dari keluarga kurang mampu, mendapatkan pendampingan serta akses layanan sesuai kebutuhan.

Program tersebut diperkenalkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jumat (9/10/2026). Teman Lansia menjadi upaya Pemkab Banyuwangi memperluas jangkauan pelayanan sosial agar warga lansia yang selama ini belum tersentuh program pemerintah bisa memperoleh bantuan secara tepat sasaran.

Program Teman Lansia sekaligus memperkuat berbagai layanan yang telah berjalan di Banyuwangi, seperti Rantang Kasih, layanan kesehatan jemput bola, dan pelayanan administrasi kependudukan. Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan lansia dapat teridentifikasi dan ditindaklanjuti secara langsung.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, masih terdapat warga lansia yang belum mendapatkan manfaat dari berbagai program pemerintah. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih proaktif untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

“Di lapangan masih ada warga lansia yang belum mendapat manfaat dari program pemerintah. Dengan inovasi Teman Lansia ini, kami berharap semua lansia di Banyuwangi, khususnya yang sebatang kara dan miskin, bisa mendapatkan dukungan itu,” kata Ipuk.

Melalui program Teman Lansia, tim pendamping akan menyisir wilayah dan mengidentifikasi warga lanjut usia yang membutuhkan bantuan. Pendampingan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan utama setiap lansia, sekaligus menghubungkan mereka dengan layanan pemerintah yang sesuai.

BACA JUGA  Pertama Kali ke Banyuwangi, Raline Shah Terpukau Pesona Desa Adat Kemiren dan Bersiap Daki Kawah Ijen

Tim tersebut melibatkan camat, pemerintah desa dan kelurahan, pilar-pilar sosial, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), organisasi lansia, hingga karang taruna. Petugas juga memanfaatkan data lansia yang tersedia di masing-masing wilayah sebagai dasar identifikasi dan penentuan prioritas pendampingan.

Ipuk menjelaskan, pendampingan tidak hanya berfokus pada pendataan, tetapi juga memastikan kebutuhan lansia mendapatkan penanganan. Salah satu perhatian utama adalah warga lansia miskin yang mengalami sakit, tetapi belum memiliki akses terhadap jaminan kesehatan.

“Teman Lansia akan kami tugaskan menyisir lansia yang butuh dukungan. Lansia akan didampingi dan diidentifikasi apa kebutuhan paling utama dari lansia tersebut, termasuk ketika ada lansia miskin yang sakit dan belum memiliki BPJS,” ujar Ipuk.

Untuk memperkuat pelaksanaannya, Pemkab Banyuwangi turut melibatkan berbagai pihak lintas sektor, termasuk BPJS Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS). Kolaborasi ini diharapkan membantu pemerintah memperoleh gambaran kebutuhan lansia secara lebih menyeluruh serta mempercepat koordinasi penanganan.

Dengan pendekatan tersebut, pelayanan kepada lansia diharapkan menjadi lebih proaktif. Pemerintah tidak hanya menunggu laporan atau pengajuan bantuan dari masyarakat, tetapi juga aktif mendatangi warga yang membutuhkan dukungan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) Banyuwangi, Puguh Widodo, mengatakan program Teman Lansia akan melakukan asesmen terhadap warga lanjut usia dengan tingkat kerentanan tinggi.

BACA JUGA  Cokelat Mojopahit, Mengolah Kakao dari Hulu ke Hilir Sekaligus Mengangkat Sejarah Lokal

Identifikasi dilakukan berdasarkan laporan pilar-pilar sosial maupun data yang tersedia. Selanjutnya, hasil asesmen dicatat melalui formulir digital yang terhubung dengan Dinas Sosial untuk menjadi dasar koordinasi penanganan sesuai persoalan dan kebutuhan masing-masing lansia.

Menurut Puguh, tindak lanjut bantuan akan disesuaikan dengan hasil asesmen. Dukungan yang diberikan dapat berupa pemenuhan kebutuhan pangan harian hingga penyediaan alat bantu mobilitas bagi lansia yang memerlukannya.

“Tidak hanya mendata, tetapi juga memastikan kebutuhan lansia ditindaklanjuti. Misalnya kalau memang butuh dikirim makanan harian ataupun alat bantu gerak, nanti kami suport dari APBD atau menggerakkan elemen untuk membantu mereka,” ujar Puguh.

Melalui program Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi berharap warga lanjut usia, terutama mereka yang hidup sebatang kara, miskin, sakit, dan memiliki keterbatasan akses layanan, dapat memperoleh pendampingan secara lebih terarah.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan sosial di Banyuwangi agar kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat, termasuk kelompok lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (DFS)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News