KILASNETWORK.COM – Konglomerasi besar Grup Djarum melalui anak usahanya, PT Savoria Kreasi Rasa, secara resmi mengakuisisi merek teh legendaris Teh Sariwangi dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai Rp1,5 triliun dan menandai langkah ekspansi signifikan Grup Djarum ke sektor barang konsumsi cepat saji (fast moving consumer goods/FMCG) non-tembakau.
Kesepakatan strategis ini tertuang dalam Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA) yang ditandatangani pada Selasa, 6 Januari 2026.
“Nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp1.500.000.000.000 di luar pajak yang berlaku. Penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan dengan nilai pasar sebesar Rp1.488.228.000.000,” tulis manajemen Unilever dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1/2026).
Nilai akuisisi tersebut setara dengan sekitar 45 persen dari total ekuitas Unilever Indonesia per September 2025. Rencana penyelesaian transaksi dijadwalkan pada 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati secara tertulis oleh kedua belah pihak.
“Pada saat penyelesaian, para pihak akan melakukan tindakan-tindakan penyelesaian, antara lain penandatanganan berita acara serah terima dan/atau perjanjian pengalihan atas aset-aset terkait bisnis tersebut,” lanjut manajemen Unilever.
Berdasarkan laporan keuangan Unilever per 30 September 2025 yang telah diaudit, bisnis teh dengan merek Sariwangi hanya menyumbang sekitar 2,5 persen dari total aset perseroan. Sementara kontribusi laba bersih bisnis teh tersebut tercatat sebesar 3,1 persen terhadap total laba bersih Unilever.
Adapun dari sisi pendapatan, bisnis teh bermerek Sariwangi menyumbang sekitar 2,7 persen dari total pendapatan usaha perseroan.
Unilever menegaskan, transaksi penjualan bisnis teh ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan secara keseluruhan.
“Penjualan bisnis teh ini memungkinkan perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya di bisnis teh Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam jangka pendek. Di sisi lain, perseroan dapat lebih berfokus pada bisnis inti yang tersisa untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang,” pungkas manajemen Unilever.
Akuisisi ini sekaligus memperluas portofolio bisnis Grup Djarum di sektor konsumsi non-tembakau, setelah sebelumnya aktif mengembangkan bisnis ritel, properti, dan makanan-minuman. (ENF)




