KILASNETWORK.COM – Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita Sianipar, dimakamkan di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu sore. Prosesi pemakaman berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Gadung dan dihadiri keluarga serta kerabat dekat korban.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemakaman yang dimulai sekitar pukul 12.50 WIB. Ibadah penghiburan dan pemakaman dipimpin oleh pendeta serta pengurus gereja, dengan iringan doa dan nyanyian pujian yang mengantar kepergian almarhumah.
Kedua orang tua Esther tampak tak kuasa menahan tangis saat peti jenazah mulai diturunkan ke liang lahat. Isak haru keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman hingga selesai.
Sebelumnya, jenazah Esther diterbangkan dari Makassar ke Jakarta sebelum dibawa ke Bogor untuk dimakamkan di kampung halamannya. Keluarga menerima jenazah setelah proses identifikasi korban rampung dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Pihak kepolisian menyebutkan, identifikasi jenazah dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, properti pribadi, serta pencocokan ciri medis yang sesuai dengan data antemortem korban. Hasil identifikasi tersebut memastikan Esther sebagai salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport terjadi saat pesawat menjalankan misi penerbangan pengawasan dengan membawa total 11 orang di dalamnya. Tim SAR gabungan sebelumnya melakukan operasi pencarian dan evakuasi di medan pegunungan yang sulit dijangkau.
Pemakaman Esther Aprilita Sianipar menambah daftar korban kecelakaan pesawat yang telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Sementara itu, jenazah korban lainnya dilaporkan juga dimakamkan pada hari yang sama setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka. (PRG)




