Kemensos dan Kementerian PKP Verifikasi Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat di Jatim, Renovasi Dimulai Juli 2026

KILASNETWORK.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi memulai proses verifikasi faktual terhadap rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur yang diusulkan menerima program bedah rumah.

Tahapan verifikasi ini ditargetkan rampung pada bulan Juni 2026 ini, sehingga proses renovasi fisik dapat segera dimulai secara bertahap pada bulan Juli mendatang.

Memastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kepala Satker Kementerian PKP Provinsi Jawa Timur, Shinta Dewi Astari, menegaskan bahwa verifikasi lapangan ini sangat krusial untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.

“Tadi kita lakukan kunjungan ke rumah-rumah calon penerima bantuan, ada tiga lokasi, itu lolos (verifikasi),” ujar Shinta di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026).

Tiga lokasi awal yang dikunjungi tim verifikator berada di Kabupaten Ponorogo, meliputi:

1. Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo

2. Desa Brahu, Kecamatan Siman

3. Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis

Dalam kunjungan tersebut, tim gabungan melakukan asesmen awal secara mendalam, mulai dari pengecekan struktur bangunan, kelayakan sanitasi, luasan lahan, hingga kondisi riil di lapangan.

BACA JUGA  Klasemen Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri U-21 Usai Indonesia Kalahkan Kanada

“Akan dilakukan peningkatan kualitas terhadap rumah calon penerima bantuan tersebut. Calon penerima bantuan kebetulan anaknya itu sekolah di Sekolah Rakyat, sesuai usulan Kemensos,” jelas Shinta.

Sinergi Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Program bedah rumah ini disalurkan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Secara nasional, pemerintah membidik renovasi 10.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Kemensos dan Kementerian PKP guna memutus rantai kemiskinan ekstrem dengan cara menyediakan hunian yang lebih sehat dan layak bagi keluarga siswa.

Khusus di wilayah Jawa Timur, total terdapat 1.837 penerima bantuan. Untuk Kabupaten Ponorogo sendiri, tercatat ada 80 calon penerima dengan realisasi tahap awal menyasar 55 penerima bantuan. Saat ini, proses verifikasi di Ponorogo dan wilayah lain seperti Gresik dan Pasuruan terus dikebut agar target waktu tetap terjaga.

Jawa Timur Jadi Barometer Sekolah Rakyat
Sebagai informasi, Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki 26 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Angka ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan fasilitas Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia.

BACA JUGA  Putus Rantai Kemiskinan, 'Sekolah Rakyat' Prabowo Kini Hadir dari Sabang Sampai Merauke

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program prioritas yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Melalui program ini, pemerintah menerapkan strategi ganda dalam pengentasan kemiskinan: memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus melakukan pemberdayaan ekonomi dan perbaikan taraf hidup bagi orang tua mereka. (JHP)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News