KILASNETWORK.COM – Kabupaten Lamongan resmi menjadi pusat perhatian pencinta olahraga sodok bola di Jawa Timur. Daerah ini dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Biliar Jawa Timur X Tahun 2026 yang resmi dibuka di Arena 805 Biliar pada Selasa (23/6/2026).
Ajang bergengsi tingkat provinsi ini diikuti oleh 197 atlet berbakat dari 31 kabupaten/kota se-Jawa Timur, termasuk di antaranya keterlibatan aktif 47 atlet putri.
Sarana Try Out Menuju Porprov 2027
Ketua Pengprov POBSI Jawa Timur, Pujo Asmara Hadi, menegaskan bahwa Kejurprov Biliar Jatim X memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Kompetisi ini diproyeksikan sebagai wadah utama untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan mental bertanding para atlet muda menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2027 mendatang.
“Kejuaraan ini menjadi sarana try out bagi atlet-atlet junior Jawa Timur dalam rangka persiapan menuju Porprov tahun depan di Surabaya. Ini yang paling utama,” kata Pujo.
Selain fokus pada pembinaan atlet, POBSI Jatim juga memanfaatkan momentum kejuaraan ini untuk meningkatkan kualitas perangkat pertandingan. Kejurprov kali ini menjadi ajang penyegaran (refreshing) bagi wasit-wasit lokal Jawa Timur agar semakin siap dan jeli dalam memimpin jalannya pertandingan resmi berskala besar di masa mendatang.
Ragam Nomor Tanding dan Eksibisi Baru
Kejurprov Biliar Jatim X 2026 mempertandingkan berbagai nomor dan kategori bergengsi, antara lain:
1. Nomor Pertandingan: 8 Ball, 9 Ball, 10 Ball, 15 Ball, dan Snooker.
2. Kategori Lomba: Single Putra, Single Putri, Double Putra, Double Putri, serta English Billiard.
Menariknya, nomor English Billiard pada edisi kejuaraan tahun ini sengaja dihadirkan sebagai laga eksibisi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya sosialisasi menyeluruh sebelum nomor tersebut resmi dilombakan memperebutkan medali pada Porprov 2027 di Surabaya.
Kikis Stigma Negatif, Biliar Kini Jadi Olahraga Prestasi
Apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta disampaikan oleh Ketua POBSI Lamongan, Kartika Asianto Undoyoko. Pria yang akrab disapa Dodon ini mengungkapkan rasa bangganya melihat dominasi wajah-wajah baru dari kalangan generasi muda.
Dodon memaparkan bahwa mayoritas peserta yang turun bertanding saat ini masih berstatus pelajar tingkat SMA. Pemandangan menarik juga terlihat dari banyaknya atlet putri berhijab yang tampil penuh percaya diri di arena.
“Para pesertanya masih sangat muda, rata-rata usia SMA. Banyak juga peserta putri yang berjilbab. Ini membuktikan bahwa olahraga biliar saat ini sudah tidak lagi dipandang negatif, tetapi benar-benar menjadi olahraga prestasi,” tegas Dodon.
Komitmen POBSI Lamongan Kembangkan Potensi Lokal
Kepercayaan sebagai tuan rumah direspons POBSI Lamongan sebagai bahan bakar motivasi untuk terus menggeliatkan pembinaan lokal. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga kesinambungan kompetisi lewat agenda turnamen yang tertata secara rutin.
Ke depan, POBSI Lamongan telah menyiapkan format kompetisi yang kreatif, salah satunya melalui sistem arisan turnamen. Kompetisi internal tersebut nantinya akan dilaksanakan secara bergiliran di berbagai rumah biliar yang tersebar di wilayah Lamongan demi meratakan gairah olahraga ini.
Sesuai jadwal, Kejurprov Biliar Jatim X 2026 akan terus berlangsung sengit hingga Sabtu, 27 Juni 2026 mendatang. (VPZ)




