KILASNETWORK.COM – Presiden Prabowo Subianto mendorong bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk bertransformasi menjadi “perbankan patriotik”. Konsep tersebut menekankan peran strategis perbankan dalam mendukung pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat bertemu dengan jajaran pimpinan Himbara pada 18 Juni 2026. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan Presiden menilai sektor perbankan memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan paradigma baru mengenai peran Himbara di masa depan. Presiden menginginkan Himbara menjadi apa yang disebut sebagai perbankan patriotik,” kata Qodari dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Menurut Qodari, konsep perbankan patriotik mengandung makna bahwa keberhasilan bank-bank milik negara tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan atau laba yang diperoleh. Lebih dari itu, Himbara diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pemerataan kesejahteraan dan memperluas akses ekonomi bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, bank-bank BUMN memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi lebih besar dalam membuka peluang ekonomi melalui dukungan terhadap sektor-sektor produktif nasional. Peran tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.
Meski demikian, Presiden Prabowo tetap menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan tata kelola perusahaan yang baik. Penguatan peran sosial dan ekonomi Himbara harus berjalan seiring dengan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan perbankan.
“Mandat untuk memperkuat peran sosial dan ekonomi Himbara akan tetap dijalankan dengan profesionalisme yang tinggi serta tata kelola yang baik. Bank-bank Himbara akan tetap dikelola secara sehat, hati-hati, dan bertanggung jawab,” ujar Qodari.
Pemerintah berharap kekuatan ekonomi yang dimiliki negara melalui Himbara dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung pembangunan nasional. Dengan peran yang semakin kuat dalam sektor produktif, bank-bank pelat merah diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkecil kesenjangan kesejahteraan di berbagai daerah.
Konsep perbankan patriotik yang diusung Presiden Prabowo menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menjadikan sektor perbankan tidak hanya sebagai institusi bisnis, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. (FDS)




