Kementan Pastikan Pelaku Usaha Komit Serap Ayam Hidup untuk Dongkrak Harga Broiler di Tingkat Peternak

KILASNETWORK.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pelaku usaha perunggasan telah berkomitmen memperbaiki harga ayam broiler di tingkat peternak melalui penyerapan ayam hidup (livebird) dan pengendalian produksi bibit ayam pedaging atau day old chick (DOC) final stock.

Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian sebagai upaya menjaga stabilitas harga ayam hidup sekaligus mengawal pelaksanaan surat imbauan mengenai stabilisasi harga dan pengendalian produksi DOC final stock broiler.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Hary Suhada, mengatakan pemerintah akan terus mengawal implementasi komitmen yang telah disepakati para pelaku usaha. Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar industri perunggasan nasional tetap sehat dan berkelanjutan.

“Langkah yang dilakukan pemerintah bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Selain itu, mendorong perbaikan harga livebird di tingkat peternak, serta menjaga keberlanjutan usaha perunggasan nasional,” ujar Hary dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Menurut Hary, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha perunggasan yang lebih stabil. Dengan pengendalian produksi dan penyerapan ayam hidup, diharapkan harga ayam broiler di tingkat peternak dapat kembali membaik.

BACA JUGA  Pemerintah Siapkan 9,55 Juta Ton Pupuk Subsidi untuk Dukung Ketahanan Pangan

Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas, Achmad Dawami, menilai seluruh pelaku industri harus bersama-sama menjaga keseimbangan pasar. Ia menyebut perusahaan yang lebih cepat menyesuaikan volume produksinya akan memiliki daya tahan yang lebih baik di tengah dinamika pasar.

“Pasar pada akhirnya akan menemukan keseimbangannya. Namun perusahaan yang mampu bertahan dan tumbuh adalah mereka yang melakukan penyesuaian lebih awal sebelum keseimbangan itu tercapai,” kata Dawami.

Dukungan terhadap kebijakan pemerintah juga disampaikan PT Intertama Trikencana Bersinar. Perusahaan tersebut mengaku telah melakukan penyerapan ayam hidup milik peternak sejak 10 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di pasar.

Selain menyerap ayam hidup, perusahaan juga melakukan afkir dini parent stock serta mengurangi produksi DOC broiler guna mengendalikan pasokan di pasar.

“Kami berkomitmen mendukung langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar perunggasan,” ujar perwakilan PT Intertama Trikencana Bersinar, Sigit Prabowo.

Kementerian Pertanian berharap komitmen seluruh pelaku usaha dapat menjaga keseimbangan suplai dan permintaan sehingga harga ayam broiler di tingkat peternak kembali membaik. Kebijakan ini juga diharapkan mampu menciptakan industri perunggasan nasional yang lebih sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. (BMC)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News