KAI Bukukan Pendapatan Rp17,96 Triliun pada Semester I 2026, Laba Usaha Melonjak 25,79 Persen

KILASNETWORK.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang Semester I 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp17,96 triliun atau tumbuh 6,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut turut mendorong laba usaha perusahaan melonjak 25,79 persen.

Berdasarkan data yang dirilis manajemen KAI pada Minggu (2/8/2026), laba bruto perseroan juga mencapai Rp6,79 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan layanan penumpang, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan layanan angkutan barang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pendapatan dan laba usaha menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga aspek keselamatan perjalanan kereta api.

“Pertumbuhan pendapatan dan laba usaha menjadi modal penting bagi KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kinerja bisnis yang kuat juga mendukung keberlanjutan pengembangan layanan penumpang dan barang,” ujar Anne.

Sepanjang Semester I 2026, jumlah pelanggan KAI meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Layanan berbasis skema Public Service Obligation (PSO) masih menjadi tulang punggung angkutan penumpang dengan kontribusi mencapai 90,79 persen dari total volume pelanggan.

BACA JUGA  10 Klub Ajukan Ganti Nama dan Kandang, Jadi Agenda Kongres Biasa PSSI 2026

Menurut Anne, dukungan pemerintah melalui skema PSO, kereta api perintis, dan berbagai penugasan lainnya memungkinkan KAI memperluas jangkauan layanan transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat di berbagai wilayah.

“Kepercayaan Pemerintah melalui PSO, KA Perintis, dan berbagai penugasan memberi ruang bagi KAI untuk melayani masyarakat secara lebih luas. KAI menjaga agar layanan tersebut tetap selamat, andal, tertib, dan sesuai kebutuhan pelanggan,” katanya.

Selain sektor angkutan penumpang, bisnis angkutan barang juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan. KAI terus memperkuat kapasitas angkutan logistik melalui penambahan gerbong datar guna mendukung distribusi berbagai komoditas strategis.

Anne menegaskan bahwa layanan angkutan barang berbasis rel memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas industri dan menjaga kelancaran rantai pasok nasional.

“Layanan barang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi nasional. Penguatan sarana dan layanan terus dilakukan agar kereta api dapat melayani kebutuhan dunia usaha secara lebih efisien sekaligus membantu menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis,” ucapnya.

Dari sisi fundamental keuangan, posisi konsolidasi KAI juga tetap terjaga. Total aset lancar perseroan masih berada di atas kewajiban jangka pendek, sementara penurunan liabilitas diikuti dengan peningkatan ekuitas perusahaan hingga akhir Semester I 2026.

BACA JUGA  Tanggapi Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pakar Kebijakan Publik Sebut Perlu Grand Design yang Unggul

Meski demikian, perubahan capaian laba bersih dipengaruhi oleh meningkatnya beban rugi yang berasal dari perusahaan asosiasi. Perseroan menyatakan terus menjalankan program transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia guna memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya mengatakan transformasi perusahaan juga difokuskan pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu mendukung modernisasi sarana dan peningkatan keselamatan perjalanan.

“Transformasi dan sinergi bersama Danantara mendorong KAI untuk semakin disiplin dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat tata kelola, dan mengembangkan kompetensi pekerja. Setiap penguatan kinerja perusahaan diarahkan kembali untuk menghadirkan layanan transportasi yang selamat, andal, mudah diakses, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Wisnu.

Dengan pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba usaha, serta penguatan layanan penumpang dan angkutan barang, KAI optimistis dapat mempertahankan kinerja positif hingga akhir 2026 sekaligus memperkuat perannya sebagai penyedia transportasi publik dan logistik nasional. (RAT)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News