Bidik Pasar Arab Saudi, Gubernur Khofifah Dorong Ekspor Pangan Jatim dan Layanan Finansial PMI

KILASNETWORK.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperluas penetrasi pasar global melalui rangkaian Misi Dagang Internasional. Kali ini, Pemprov Jatim membidik peluang pasar raksasa di Arab Saudi guna memasok kebutuhan pangan serta logistik jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Langkah strategis tersebut dimantapkan lewat kunjungan kehormatan (courtesy call) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Sugiri Suparwan, pada Kamis (24/9/2026).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa tingginya mobilitas jutaan jemaah umrah dan haji Indonesia setiap tahunnya merupakan potensi besar yang harus ditangkap oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri olahan pangan asal Jawa Timur.

“Kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah sangat besar, dan Jawa Timur siap mengisi rantai pasok tersebut. Kami ingin produk UMKM dan industri Jawa Timur tidak hanya hadir, tetapi dapat menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan jemaah di Tanah Suci secara berkelanjutan,” ujar Khofifah di Kantor KJRI Jeddah.

Perluas Ekspor Pangan hingga Pendidikan Anak PMI

Selain membahas perluasan ekspor komoditas pangan dan perikanan, pertemuan bilateral tersebut juga menyentuh sejumlah isu krusial lain, di antaranya diversifikasi investasi, peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), hingga penguatan ekosistem keuangan inklusif.

BACA JUGA  Surabaya Bergerak: Masyarakat Pesisir Desak Penolakan Proyek Surabaya Waterfront Land (SWL)

Khofifah menaruh perhatian besar pada perlindungan dan kesejahteraan ekonomi PMI asal Jatim yang bekerja di Arab Saudi. Menurutnya, kemudahan transaksi serta pengiriman uang (remitansi) ke kampung halaman menjadi aspek penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja migran.

Guna menjawab tantangan tersebut, Pemprov Jatim menghadirkan inovasi layanan perbankan digital. Saat ini, aplikasi JConnect Mobile milik Bank Jatim sudah dapat diakses dan digunakan untuk transaksi di Arab Saudi dengan memanfaatkan kartu SIM lokal.

Tak hanya itu, Bank Jatim juga tengah merancang program kolaborasi bersama Muslimat NU. Sementara untuk pekerja migran yang purnatugas dan kembali ke tanah air, Pemprov Jatim menyiapkan dukungan pembiayaan ultra mikro melalui BPR Jatim agar mereka dapat merintis maupun mengembangkan usaha mandiri.

“Perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia harus menyeluruh, termasuk akses layanan keuangan dan masa depan keluarganya. Melalui inovasi perbankan digital, kami ingin transaksi dan pengiriman uang PMI menjadi lebih mudah, aman, dan inklusif,” tegasnya.

Sinergi dengan KJRI Jeddah dan BPKH Limited

BACA JUGA  PGN dan Pertamina Drilling Terapkan Teknologi Dual Fuel untuk Pengeboran Efisien

Menanggapi langkah aktif Pemprov Jatim, Konjen RI Jeddah Sugiri Suparwan menyatakan kesiapannya untuk menjembatani dan mendampingi para pelaku usaha asal Jawa Timur dengan mitra bisnis lokal di Arab Saudi.

Sugiri menyarankan agar pengusaha Jatim melakukan penjajakan kemitraan strategis dengan BPKH Limited, anak perusahaan Badan Pengelola Keuangan Haji yang telah mengantongi izin operasional resmi di Arab Saudi.

“KJRI siap menjadi mitra Jawa Timur di Arab Saudi, baik untuk komunikasi, pendampingan, maupun mempertemukan pelaku usaha. Kami berharap tindak lanjut kunjungan ini dapat berjalan konsisten sehingga menghasilkan kerja sama yang konkret,” ungkap Sugiri.

Ia menambahkan, potensi pasar di Tanah Suci sangat terbuka lebar mengingat setiap tahunnya terdapat sekitar 2 juta jemaah umrah dan lebih dari 200 ribu jemaah haji asal Indonesia yang membutuhkan pasokan bahan pangan serta produk kebutuhan harian bercita rasa nusantara. (WRE)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News