KILASNETWORK.COM – Pemerintah memberi sinyal kuat terkait kelanjutan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai opsi energi baru alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg). Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) tengah menuntaskan evaluasi menyeluruh terhadap uji coba skema CNG tersebut.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa evaluasi mencakup seluruh aspek teknis dan operasional, mulai dari spesifikasi keselamatan tabung hingga penataan rantai proses bisnis penyalurannya ke masyarakat.
“Ya ini kan lagi dievaluasi oleh Ditjen Migas. Itu kan dari tabung, kemudian proses CNG sampai ke tabung, itu juga proses bisnisnya lagi diselesaikan oleh Ditjen Migas,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Yuliot menambahkan, hasil akhir evaluasi tersebut tidak akan menunggu lama dan rencananya disampaikan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.
“Jadi dalam waktu dekat ini hasil evaluasi itu akan disampaikan langsung sama Pak Menko,” lanjutnya.
Uji Coba Memasuki Pekan Ketiga di Kantin Lemigas
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa uji coba penggunaan CNG secara intensif telah bergulir dan kini memasuki minggu ketiga di area kantin Lemigas. Setiap perkembangan harian dicatat dan dianalisis secara presisi demi memastikan keandalan serta keamanannya.
“Data terus dievaluasi, setiap hari dicek. Ada hal apa yang bisa dilakukan, yang dievaluasi poin-poinnya apa saja. Setelah satu bulan, kita akan lakukan review seluruh aspek apa saja yang terkait,” jelas Laode di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (30/9/2026).
Salah satu fokus perhatian mendasar dalam evaluasi ini terletak pada pola dan armada distribusi. Mengingat karakteristik tekanan gas CNG, proses pengangkutannya membutuhkan standar keamanan ekstra ketat.
“CNG perlu diangkut menggunakan wadah atau truk yang tidak bersifat bak terbuka,” tegas Laode.
Selain keandalan fisik dan jalur logistik, Ditjen Migas juga sedang mematangkan skema niaga dan rantai pasok agar CNG siap jika disalurkan secara luas kepada masyarakat.
“Tahap selanjutnya kita akan mendiskusikan mengenai skemanya, untuk CNG ini nanti seperti apa sih. Siapa yang menjual, siapa yang menyuplai tabung, gasnya diisinya di mana,” pungkasnya. (NFQ)




