KILASNETWORK.COM – Terminal Peti Kemas (TPK) Ambon mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025 dengan realisasi arus peti kemas sebesar 112.502 TEUs. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebanyak 108.528 TEUs. Peningkatan ini menegaskan peran strategis TPK Ambon dalam mendukung kelancaran logistik serta memperkuat konektivitas wilayah Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan logistik Indonesia bagian timur, TPK Ambon terus berupaya meningkatkan keandalan layanan guna memastikan distribusi barang antarpulau berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
Terminal Head TPK Ambon, Yandi Sofyan Hadi, mengatakan bahwa kenaikan arus peti kemas tersebut merupakan hasil dari transformasi operasional yang berfokus pada penguatan peran terminal dalam sistem logistik regional.
“Capaian arus peti kemas tahun 2025 menunjukkan bahwa TPK Ambon semakin berperan dalam menjaga kelancaran arus logistik di Maluku dan Indonesia Timur. Melalui program transformasi operasional, kami berupaya menghadirkan layanan yang lebih efisien, andal, dan kompetitif,” ujar Yandi.
Yandi menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat peran TPK Ambon sebagai penopang logistik kawasan timur Indonesia. Pada tahun 2026, TPK Ambon akan melanjutkan berbagai upaya peningkatan, mulai dari penguatan digitalisasi layanan, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Langkah ini kami lakukan untuk mendukung pertumbuhan logistik Maluku dan Indonesia Timur secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sepanjang 2025, TPK Ambon menjalankan program transformasi yang mencakup optimalisasi proses bongkar muat, peningkatan keandalan peralatan operasional, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia. Upaya tersebut berdampak langsung pada peningkatan kinerja operasional terminal, yang tercermin dari meningkatnya Box Ship Hour (BSH) dan produktivitas pelayanan kapal.
Pertumbuhan arus peti kemas juga didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di wilayah Maluku, stabilitas operasional terminal, serta sinergi yang solid dengan perusahaan pelayaran dan para pemangku kepentingan terkait.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesia Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Provinsi Maluku, H.B. Sirait, turut mengapresiasi capaian TPK Ambon sepanjang tahun 2025. Ia menilai pertumbuhan arus peti kemas tersebut merupakan hasil dari konsistensi kinerja operator serta kesiapan peralatan bongkar muat yang terus terjaga.
“Kami melihat PT Pelindo Terminal Petikemas Ambon bekerja konsisten menjaga kinerja dan kesiapan alat bongkar muat, baik di kapal maupun di darat, sehingga arus peti kemas tahun 2025 dapat tumbuh positif,” ujar H.B. Sirait.
Dengan capaian tersebut, TPK Ambon optimistis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat konektivitas logistik, mendukung aktivitas ekonomi regional, serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Indonesia Timur. (DLR)




