KILASNETWORK.COM – Momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membawa angin segar bagi para peternak di Jawa Timur. Penjualan hewan ternak untuk kurban pada tahun 2026 ini tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga 30 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2025 lalu.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai melaksanakan ibadah shalat Id di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Khofifah mencontohkan kondisi riil di lapangan seperti yang terjadi di Sentra Peternakan Banjarejo, Kabupaten Lamongan. Hingga periode Senin (25/5/2026), para peternak di sana telah berhasil menjual sebanyak 260 ekor hewan kurban dari total stok 300 ekor yang disediakan.
“Yang kita kunjungi misal di Banjarejo Lamongan itu mereka punya stok 300 ekor. Pada saat kita ke sana hari Senin yang lalu, itu mereka sudah terjual 260 ekor dan katanya sudah meningkat 30% dibanding dengan penjualan di tahun 2025,” ujar Khofifah.
Menurutnya, lonjakan angka penjualan yang jauh lebih signifikan ini menjadi bukti konkret bahwa semangat beribadah masyarakat Jawa Timur sangat luar biasa, sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan kelompok peternak lokal.
Sukses Berkat Transformasi Digital Ekosistem
Lebih lanjut, Khofifah memberikan apresiasi tinggi kepada para peternak yang mulai adaptif terhadap perkembangan teknologi. Keberhasilan mendongkrak penjualan ini tidak lepas dari pemanfaatan sistem penjualan digital yang kian masif.
“Karena banyak diantara mereka menjual secara digital, menjadi digital ekosistem itu sangat membantu baik bagi peternak maupun bagi pembeli, serta ini bagus bagi perekonomian di Jawa Timur khususnya,” ungkap Khofifah.
Masjid Al Akbar Potong Hewan Kurban H+1, Distribusi Langsung ke Rumah Warga
Sementara itu, terkait teknis pelaksanaan kurban di tingkat wilayah, Kepala Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor, menjelaskan bahwa proses penyembelihan hewan kurban baru akan dilaksanakan pada H+1 Iduladha, tepatnya pada hari Kamis.
Tahun ini, Masjid Al Akbar Surabaya mengelola sebanyak 23 ekor sapi dan 49 ekor kambing untuk dikurbankan. Jumlah tersebut sudah termasuk hewan kurban dari Presiden RI, Gubernur Jawa Timur, dan sejumlah pejabat lainnya. Seluruh paket daging nantinya akan didistribusikan untuk masyarakat di lingkungan Kelurahan Pagesangan dan Kelurahan Gayungan.
Guna menjaga ketertiban dan kenyamanan, pihak panitia memastikan tidak ada antrean atau pembagian daging di area masjid.
“Kita tidak akan melakukan penyaluran di lingkungan masjid, daging itu nantinya akan diserahkan langsung ke penerima yang telah kita data salah satunya Gakin (keluarga miskin), lembaga sosial ataupun yayasan yang sudah mengajukan permohonan kepada kami,” pungkas Helmy. (VPK)




