KILASNETWORK.COM – Pasar Banyuwangi kembali beroperasi pada Kamis (1/10/2026) setelah menyelesaikan proses revitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sebanyak 560 pedagang mulai menempati lapak baru yang telah disiapkan di dalam pasar.
Pengoperasian kembali Pasar Banyuwangi menjadi momentum baru bagi para pedagang setelah sebelumnya harus berjualan di lokasi relokasi di Gedung Wanita selama proses revitalisasi berlangsung.
Pada hari pertama pengoperasian, sejumlah pedagang terlihat mulai melayani pembeli di lapak masing-masing. Sebagian pedagang masih melakukan pemindahan barang dagangan dari lokasi pasar sementara menuju bangunan Pasar Banyuwangi yang telah direvitalisasi.
Salah seorang pedagang bumbu dapur dan sayuran, Amania (65), mengaku senang dapat kembali berjualan di Pasar Banyuwangi. Ia mengatakan telah berdagang di pasar tersebut sejak 1983.
“Alhamdulillah sudah bisa jualan lagi di sini, saya sudah sejak tahun 1983 berjualan di pasar ini. Semoga pasar yang baru ini bisa kembali ramai pembelinya,” ucap Amania, Kamis (1/10/2026).
Hal senada disampaikan pedagang daging sapi, Ali Imran. Ia mulai menempati lapak baru di blok daging yang telah dilengkapi fasilitas sanitasi serta saluran air bersih untuk menunjang aktivitas perdagangan.
“Tempatnya bersih, dan lebih terang. Insyaallah saya dan teman-teman akan ikut menjaga kebersihan tempat ini,” ujar Ali.
Pasar Banyuwangi Didorong Jadi Destinasi Wisata
Pengoperasian kembali Pasar Banyuwangi ditandai dengan acara tasyakuran yang dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama ratusan pedagang.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk mengapresiasi kesabaran dan kerja sama para pedagang yang mengikuti proses relokasi selama pembangunan dan revitalisasi pasar berlangsung.
“Selamat datang kembali di Pasar Banyuwangi. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabaran dan kerja sama bapak ibu sekalian dalam menjalani dan menunggu proses pembangunan pasar,” kata Ipuk.
Ipuk juga meminta para pedagang turut menjaga kebersihan dan kerapian seluruh fasilitas Pasar Banyuwangi. Menurutnya, pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata di pusat Kota Banyuwangi.
Pasar Banyuwangi kini memiliki bangunan dua lantai dengan konsep modern yang tetap mempertahankan unsur arsitektur heritage. Bangunan tersebut juga terhubung dengan kawasan Asrama Inggrisan yang merupakan salah satu bangunan bersejarah di sekitar pasar.
Kedua kawasan tersebut dirancang menjadi satu kesatuan yang memadukan aktivitas ekonomi masyarakat dengan wisata heritage dan edukasi.
Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Pasar Banyuwangi sekaligus mendorong kunjungan masyarakat, baik untuk berbelanja maupun menikmati kawasan bersejarah di pusat kota.
“Pasar ini telah dibangun dengan konsep baru yang lebih modern, rapi dan nyaman. Mari kita jaga kebersihan dan kerapihan semua fasilitasnya agar pembeli semakin betah untuk berbelanja dan menjadi daya tarik wisata baru di pusat kota Banyuwangi,” ajak Ipuk.
Dengan kembali beroperasinya Pasar Banyuwangi, aktivitas perdagangan masyarakat diharapkan kembali bergeliat. Revitalisasi pasar juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang perdagangan yang lebih nyaman sekaligus memperkuat potensi wisata heritage di pusat Kota Banyuwangi. (ZHE)




